1.PERADABAN MAJAPAHIT
Bukti
Kerajaan Majapahit merupakan kerajaan Hindu-Buddha terbesar yang ada di
Indonesia. Kerajaan ini didirikan pada 1293-1500 Masehi. Pada masa kepemimpinan
Hayam Wuruk, Kerajaan Majapahit mencapai masa kejayaannya. Majapahit memiliki
misi untuk menyatukan Nusantara di bawah kekuasaannya. Dengan bantuan patihnya,
Gajah Mada, Majapahit berusaha untuk mewujudkan misinya tersebut. Berkat
misinya, wilayah kekuasaan Majapahit ini sangat luas dan juga memiliki
kekuasaan yang besar sehingga peradaban saat itu makmur dan maju terutama di
ibu kota Majapahit bernama Trowulan. Bukti Kerajaan Majapahit merupakan
kerajaan Hindu-Buddha terbesar yang ada di Indonesia. Kerajaan ini didirikan
pada 1293-1500 Masehi. Pada masa kepemimpinan Hayam Wuruk, Kerajaan Majapahit
mencapai masa kejayaannya. Majapahit memiliki misi untuk menyatukan Nusantara
di bawah kekuasaannya. Dengan bantuan patihnya, Gajah Mada, Majapahit berusaha
untuk mewujudkan misinya tersebut. Berkat misinya, wilayah kekuasaan Majapahit
ini sangat luas dan juga memiliki kekuasaan yang besar sehingga peradaban saat
itu makmur dan maju terutama di ibu kota Majapahit bernama Trowulan.
Majapahit menguasai Indonesia
mendengar majapahit yang terbayang adalah sebuah kerajaan
maha luas yang membentang dari sabang hingga merauke. Luas wilayahnya persis
sama dengan Indonesia sekarang, bahkan ditambah lagi beberapa wilayah dari
negara-negara Asean lain seperti Malaysia, Brunei Darrusalam, Filipina dan
Kamboja. Imperium seluas ini adalah imperium terbesar yang pernah ada di Asia
Tenggara, bahkan hingga saat ini.
Studi baru-baru ini menggungkapkan bahwa Majapahit tidak
benar-benar menguasai seluruh wilayah nusantara (Jawa dan sekitarnya) seperti
yang kita pikirkan sekarang ini. Dalam tulisan majalah National Geographic edisi
Septermber 2012 dituliskan bahwa Majapahit adalah negara yang wilayah utamanya
hanya terdiri dari Jawa Tengah, Jawa Timur, Madura, dan Bali (Barangkali
sebagian nusa tenggara juga termasuk di dalam wilayah Majapahit).
Gadjah Mada
Sosok Gadjah Mada adalah idola masa lalu yang tidak perlu
ditanyakan lagi pamornya. Dia adalah seorang sosok menawan sekaligus misterius
yang asal, keluarga, bahkan nama aslinya tidak pernah diketahui. Dia begitu
terkenal dengan sumpah palapa yaitu “Aku tidak akan makan buah palapa, sebelum
aku menyatukan nusantara!” Selain beberapa kelebat kisahnya dalam
‘Negarakertagama’ yang ditulis oleh ‘Mpu/Guru Prapanca’ kita hanya tahu sekilas
bagaimana bentuk wajahnya dari sebuah potret patung berwajah bulat, tambun
namun mempunyai garis wajah keras.
Kesultanan
Majapahit
Majapahit adalah sebuah kerajaan yang maju di bidang
perdagangan. Ibukotanya dikunjungi oleh berbagai macam suku bangsa dari
berbagai tempat dan juga kepercayaan. Pedagang-pedagang dari China, India, dan
Arab berkunjung ke seantero wilayah Majapahit dan membawa pengaruhnya
masing-masing. Tidak heran bahwa banyak sekali peninggalan mereka yang tersisa
yang bertahun tanggal sama dengan masa puncak Majapahit.
2. Peradaban
Papajaran
Kerajaan
Pajajaran adalah nama lain dari Kerajaan Sunda saat kerajaan ini beribukota di
kota Pajajaran atau Pakuan Pajajaran (Bogor) di Jawa Barat yang terletak di
Parahyangan (Sunda). Kata Pakuan sendiri berasal dari kata Pakuwuan yang
berarti kota. Pada masa lalu, di Asia Tenggara ada kebiasaan menyebut nama
kerajaan dengan nama ibu kotanya. Beberapa catatan menyebutkan bahwa kerajaan
ini didirikan tahun 923 oleh Sri Jayabhupati, seperti yang disebutkan dalam
Prasasti Sanghyang Tapak (1030 M) di kampung Pangcalikan dan Bantarmuncang,
tepi Sungai Cicatih, Cibadak, Suka Bumi.
SumberSejarah
Dari catatan-catatan sejarah yang ada, baik dari prasasti, naskah kuno, maupun catatan bangsa asing, dapatlah ditelusuri jejak kerajaan ini; antara lain mengenai wilayah kerajaan dan ibukota Pakuan Pajajaran. Mengenai raja-raja Kerajaan Sunda yang memerintah dari ibukota Pakuan Pajajaran, terdapat perbedaan urutan antara naskah-naskah Babad Pajajaran, Carita Parahiangan, dan Carita Waruga Guru.
Dari catatan-catatan sejarah yang ada, baik dari prasasti, naskah kuno, maupun catatan bangsa asing, dapatlah ditelusuri jejak kerajaan ini; antara lain mengenai wilayah kerajaan dan ibukota Pakuan Pajajaran. Mengenai raja-raja Kerajaan Sunda yang memerintah dari ibukota Pakuan Pajajaran, terdapat perbedaan urutan antara naskah-naskah Babad Pajajaran, Carita Parahiangan, dan Carita Waruga Guru.
Selain naskah-naskah babad, Kerajaan Pajajaran juga meninggalkan
sejumlah jejak peninggalan dari masa lalu, seperti:
• Prasasti Batu Tulis, Bogor
• Prasasti Sanghyang Tapak, Sukabumi
• Prasasti Kawali, Ciamis
• Prasasti Rakyan Juru Pangambat
• Prasasti Horren
• Prasasti Astanagede
• Tugu Perjanjian Portugis (padraƵ), Kampung Tugu, Jakarta
• Taman perburuan, yang sekarang menjadi Kebun Raya Bogor
• Kitab cerita Kidung Sundayana dan Cerita Parahyangan
• Berita asing dari Tome Pires (1513) dan Pigafetta (1522)
• Prasasti Batu Tulis, Bogor
• Prasasti Sanghyang Tapak, Sukabumi
• Prasasti Kawali, Ciamis
• Prasasti Rakyan Juru Pangambat
• Prasasti Horren
• Prasasti Astanagede
• Tugu Perjanjian Portugis (padraƵ), Kampung Tugu, Jakarta
• Taman perburuan, yang sekarang menjadi Kebun Raya Bogor
• Kitab cerita Kidung Sundayana dan Cerita Parahyangan
• Berita asing dari Tome Pires (1513) dan Pigafetta (1522)
Kesimpulan
• Kerajaan Pajajaran adalah nama lain dari Kerajaan Sunda saat kerajaan ini beribukota di kota Pajajaran atau Pakuan Pajajaran (Bogor) di Jawa Barat yang terletak di Parahyangan (Sunda).
• Sumber sejarahnya berupa prasati-prasati, tugu perjanjian, taman perburuan, kitab cerita, dan berita asing.
• Kerajaan Pajajaran pada masa pemerintahan Sri Baduga Maharaja mengalami masa keemasan/ kejayaan dan Kerajaan Pajajaran runtuh pada tahun 1579 akibat serangan kerajaan Sunda lainnya, yaitu Kesultanan Banten.
• Kerajaan Pajajaran adalah nama lain dari Kerajaan Sunda saat kerajaan ini beribukota di kota Pajajaran atau Pakuan Pajajaran (Bogor) di Jawa Barat yang terletak di Parahyangan (Sunda).
• Sumber sejarahnya berupa prasati-prasati, tugu perjanjian, taman perburuan, kitab cerita, dan berita asing.
• Kerajaan Pajajaran pada masa pemerintahan Sri Baduga Maharaja mengalami masa keemasan/ kejayaan dan Kerajaan Pajajaran runtuh pada tahun 1579 akibat serangan kerajaan Sunda lainnya, yaitu Kesultanan Banten.