Minggu, 13 Oktober 2019

BUKTI SEJARAH KERAJAAN MAJAPAHIT DAN PAPAJARAN


1.PERADABAN MAJAPAHIT

Bukti Kerajaan Majapahit merupakan kerajaan Hindu-Buddha terbesar yang ada di Indonesia. Kerajaan ini didirikan pada 1293-1500 Masehi. Pada masa kepemimpinan Hayam Wuruk, Kerajaan Majapahit mencapai masa kejayaannya. Majapahit memiliki misi untuk menyatukan Nusantara di bawah kekuasaannya. Dengan bantuan patihnya, Gajah Mada, Majapahit berusaha untuk mewujudkan misinya tersebut. Berkat misinya, wilayah kekuasaan Majapahit ini sangat luas dan juga memiliki kekuasaan yang besar sehingga peradaban saat itu makmur dan maju terutama di ibu kota Majapahit bernama Trowulan. Bukti Kerajaan  Majapahit merupakan kerajaan Hindu-Buddha terbesar yang ada di Indonesia. Kerajaan ini didirikan pada 1293-1500 Masehi. Pada masa kepemimpinan Hayam Wuruk, Kerajaan Majapahit mencapai masa kejayaannya. Majapahit memiliki misi untuk menyatukan Nusantara di bawah kekuasaannya. Dengan bantuan patihnya, Gajah Mada, Majapahit berusaha untuk mewujudkan misinya tersebut. Berkat misinya, wilayah kekuasaan Majapahit ini sangat luas dan juga memiliki kekuasaan yang besar sehingga peradaban saat itu makmur dan maju terutama di ibu kota Majapahit bernama Trowulan.

Majapahit menguasai Indonesia

mendengar majapahit yang terbayang adalah sebuah kerajaan maha luas yang membentang dari sabang hingga merauke. Luas wilayahnya persis sama dengan Indonesia sekarang, bahkan ditambah lagi beberapa wilayah dari negara-negara Asean lain seperti Malaysia, Brunei Darrusalam, Filipina dan Kamboja. Imperium seluas ini adalah imperium terbesar yang pernah ada di Asia Tenggara, bahkan hingga saat ini.
Studi baru-baru ini menggungkapkan bahwa Majapahit tidak benar-benar menguasai seluruh wilayah nusantara (Jawa dan sekitarnya) seperti yang kita pikirkan sekarang ini. Dalam tulisan majalah National Geographic edisi Septermber 2012 dituliskan bahwa Majapahit adalah negara yang wilayah utamanya hanya terdiri dari Jawa Tengah, Jawa Timur, Madura, dan Bali (Barangkali sebagian nusa tenggara juga termasuk di dalam wilayah Majapahit).

Gadjah Mada
Sosok Gadjah Mada adalah idola masa lalu yang tidak perlu ditanyakan lagi pamornya. Dia adalah seorang sosok menawan sekaligus misterius yang asal, keluarga, bahkan nama aslinya tidak pernah diketahui. Dia begitu terkenal dengan sumpah palapa yaitu “Aku tidak akan makan buah palapa, sebelum aku menyatukan nusantara!” Selain beberapa kelebat kisahnya dalam ‘Negarakertagama’ yang ditulis oleh ‘Mpu/Guru Prapanca’ kita hanya tahu sekilas bagaimana bentuk wajahnya dari sebuah potret patung berwajah bulat, tambun namun mempunyai garis wajah keras.

Kesultanan Majapahit
Majapahit adalah sebuah kerajaan yang maju di bidang perdagangan. Ibukotanya dikunjungi oleh berbagai macam suku bangsa dari berbagai tempat dan juga kepercayaan. Pedagang-pedagang dari China, India, dan Arab berkunjung ke seantero wilayah Majapahit dan membawa pengaruhnya masing-masing. Tidak heran bahwa banyak sekali peninggalan mereka yang tersisa yang bertahun tanggal sama dengan masa puncak Majapahit.


2. Peradaban Papajaran


Kerajaan Pajajaran adalah nama lain dari Kerajaan Sunda saat kerajaan ini beribukota di kota Pajajaran atau Pakuan Pajajaran (Bogor) di Jawa Barat yang terletak di Parahyangan (Sunda). Kata Pakuan sendiri berasal dari kata Pakuwuan yang berarti kota. Pada masa lalu, di Asia Tenggara ada kebiasaan menyebut nama kerajaan dengan nama ibu kotanya. Beberapa catatan menyebutkan bahwa kerajaan ini didirikan tahun 923 oleh Sri Jayabhupati, seperti yang disebutkan dalam Prasasti Sanghyang Tapak (1030 M) di kampung Pangcalikan dan Bantarmuncang, tepi Sungai Cicatih, Cibadak, Suka Bumi. 


SumberSejarah 
Dari catatan-catatan sejarah yang ada, baik dari prasasti, naskah kuno, maupun catatan bangsa asing, dapatlah ditelusuri jejak kerajaan ini; antara lain mengenai wilayah kerajaan dan ibukota Pakuan Pajajaran. Mengenai raja-raja Kerajaan Sunda yang memerintah dari ibukota Pakuan Pajajaran, terdapat perbedaan urutan antara naskah-naskah Babad Pajajaran, Carita Parahiangan, dan Carita Waruga Guru. 

Selain naskah-naskah babad, Kerajaan Pajajaran juga meninggalkan sejumlah jejak peninggalan dari masa lalu, seperti: 
• Prasasti Batu Tulis, Bogor
• Prasasti Sanghyang Tapak, Sukabumi
• Prasasti Kawali, Ciamis
• Prasasti Rakyan Juru Pangambat
• Prasasti Horren
• Prasasti Astanagede
• Tugu Perjanjian Portugis (padraƵ), Kampung Tugu, Jakarta
• Taman perburuan, yang sekarang menjadi Kebun Raya Bogor
• Kitab cerita Kidung Sundayana dan Cerita Parahyangan
• Berita asing dari Tome Pires (1513) dan Pigafetta (1522) 

Kesimpulan 
• Kerajaan Pajajaran adalah nama lain dari Kerajaan Sunda saat kerajaan ini beribukota di kota Pajajaran atau Pakuan Pajajaran (Bogor) di Jawa Barat yang terletak di Parahyangan (Sunda).
• Sumber sejarahnya berupa prasati-prasati, tugu perjanjian, taman perburuan, kitab cerita, dan berita asing.
• Kerajaan Pajajaran pada masa pemerintahan Sri Baduga Maharaja mengalami masa keemasan/ kejayaan dan Kerajaan Pajajaran runtuh pada tahun 1579 akibat serangan kerajaan Sunda lainnya, yaitu Kesultanan Banten.